Luluk Maknuniah Sarmuji ; Soliditas Jadi Modal Pengajian Al-Hidayah Lanjutkan Pengabdian

waktu baca 4 menit
Senin, 5 Okt 2026 12:05 41 MSA

JAKARTA, DEWAN.ID – Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah Luluk Maknuniah Sarmuji menilai soliditas pengurus dan anggota menjadi modal penting bagi organisasi untuk melanjutkan pengabdian setelah memasuki usia ke-47 tahun.

Menurut Luluk, perjalanan panjang Pengajian Al-Hidayah harus diteruskan dengan menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat kerja bersama di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Luluk dalam resepsi puncak Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah di Aula Lantai 1 DPP Partai Golkar, Jakarta, pada (04/10/2026). Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia.”

Luluk: Keberlanjutan Organisasi Butuh Kebersamaan

Luluk mengatakan usia 47 tahun merupakan perjalanan panjang yang membawa amanah besar bagi seluruh jajaran Pengajian Al-Hidayah.

Ia menilai keberlanjutan organisasi tidak dapat hanya mengandalkan struktur kepengurusan, tetapi membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh anggota untuk menjaga nilai-nilai yang telah menjadi fondasi organisasi.

“Perjalanan 47 tahun Pengajian Al-Hidayah sebagai sebuah amanah yang perlu dijaga dan dilanjutkan. Usia organisasi bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi organisasi,” ujar Luluk.

Menurutnya, amanah tersebut perlu diteruskan melalui kerja bersama yang melibatkan berbagai unsur organisasi.

Luluk mengatakan kebersamaan menjadi salah satu kekuatan yang dapat menjaga organisasi tetap solid dalam menghadapi perubahan.

“Ukhuwah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Kebersamaan tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antar pengurus dan anggota, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kerja bersama, serta kontribusi nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Ia menilai ukhuwah harus menjadi energi untuk memperkuat hubungan antaranggota sekaligus mendorong munculnya berbagai bentuk pengabdian.

Dengan kebersamaan yang terjaga, organisasi diharapkan mampu menjalankan program secara lebih konsisten dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pengabdian Diperkuat hingga Tingkat Daerah

Bagi Luluk, keberadaan jaringan organisasi di berbagai wilayah menjadi kekuatan penting untuk meneruskan semangat pengabdian.

Semakin kuat koordinasi dan kebersamaan di antara jajaran, semakin besar pula peluang organisasi menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad adalah Senam Sehat Lansia yang sekaligus menjadi momentum peluncuran Senam Pengajian Al-Hidayah oleh Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Lapangan DPP Partai Golkar, Anggrek Neli Murni, kawasan Slipi, Jakarta Barat. Senam Pengajian Al-Hidayah yang diluncurkan tersebut akan menjadi panduan bagi Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia.

Kegiatan olahraga bersama itu tidak hanya diarahkan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di antara anggota serta peserta. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bazar UMKM dan resepsi puncak Milad ke-47.

Semangat memperkuat kebersamaan tersebut terlihat dari pelaksanaan berbagai kegiatan dalam rangkaian Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah.

Luluk berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga oleh seluruh jajaran Pengajian Al-Hidayah. Menurutnya, perjalanan 47 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyiapkan keberlanjutan pengabdian pada masa mendatang.

Tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkhidmat untuk Umat, Berkarya untuk Indonesia” dinilai relevan dengan arah tersebut.

Ukhuwah menjadi kekuatan untuk menjaga soliditas, pengabdian menjadi bentuk tanggung jawab kepada umat, sementara karya menjadi wujud kontribusi organisasi bagi masyarakat dan Indonesia.

Dengan soliditas yang semakin kuat, Pengajian Al-Hidayah diharapkan mampu meneruskan amanah perjalanan organisasi dan memperluas manfaat berbagai program hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Bagi Luluk, usia 47 tahun bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan momentum untuk memastikan nilai-nilai organisasi tetap hidup melalui kebersamaan dan kerja nyata seluruh jajaran.

Ketua Panitia Milad ke-47, Endah Cahya Immawati, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari penguatan peran Pengajian Al-Hidayah dalam memberikan kontribusi kepada umat, bangsa, dan negara.

“Kegiatan organisasi merayakan Milad ke-47 Pengajian Al-Hidayah ini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga dilaksanakan secara menyeluruh hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan pelosok desa”,katanya.

Berbagai kegiatan tersebut, imbuh Endah, menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat sekaligus menerjemahkan semangat pengabdian dalam bentuk kegiatan yang konkret (red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA