Novi Eka Mulya Bongkar Fakta, Nasabah Bank Sampah Bisa Raup Jutaan

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Jun 2026 09:02 69 MSA

BOGOR, DEWAN.ID – Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Novi Eka Mulya, mengungkap fakta menarik di balik pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata mampu menghasilkan tabungan hingga jutaan rupiah bagi nasabah bank sampah.

Hal itu disampaikan Novi saat menghadiri Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Ia mengatakan banyak masyarakat masih memandang sampah hanya sebagai limbah yang harus dibuang, padahal memiliki nilai ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan baik.

“Kalau kita mengelola sampah harapannya memang ada nilai ekonominya. Dan ternyata ada nasabah yang tabungan sampahnya bisa sampai jutaan rupiah,” ujar Novi di hadapan peserta acara.

Meski demikian, Novi menegaskan bahwa keuntungan ekonomi bukanlah tujuan utama dari gerakan bank sampah. Menurutnya, nilai finansial yang diperoleh masyarakat hanyalah bonus dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ia menjelaskan, harga jual sampah saat ini justru cenderung mengalami penurunan dibanding beberapa tahun lalu. Bahkan, sejumlah jenis sampah yang sebelumnya memiliki harga tinggi kini mengalami penyesuaian akibat pengaruh kondisi pasar global.

“Harga sampah sekarang tidak setinggi dulu. Karena itu, jangan hanya melihat sisi ekonominya saja. Yang paling penting adalah manfaat lingkungan yang kita dapatkan,” katanya.

Novi menilai keberhasilan Bank Sampah Kumpul Mutiara membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang konsisten dapat memberikan dampak ganda, yakni lingkungan yang lebih bersih sekaligus tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Menurutnya, konsep bank sampah juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Sampah yang sebelumnya dibuang begitu saja kini mulai dipilah dan dimanfaatkan kembali melalui berbagai proses daur ulang.

“Yang pertama harus kita kejar adalah lingkungan yang lebih baik. Setelah itu edukasi kepada masyarakat. Baru kemudian manfaat ekonomi yang bisa dirasakan warga,” tegasnya.

DLH Kota Bogor pun mengapresiasi langkah Bank Sampah Kumpul Mutiara yang dinilai berhasil mengajak warga secara rutin melakukan pemilahan dan penimbangan sampah. Novi berharap model pengelolaan seperti ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah sebagai bagian dari solusi mengatasi persoalan sampah perkotaan.

“Kalau semakin banyak masyarakat terlibat, manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kesejahteraan warga itu sendiri,” pungkasnya (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA