Rully Ferdinansyah Sebut Bank Sampah Kunci Bogor Raih Adipura

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 09:27 35 MSA

BOGOR, DEWAN.ID – Sekretaris Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Rully Ferdinansyah, menilai keberadaan bank sampah dapat menjadi salah satu kunci penting bagi Kota Bogor untuk kembali meraih penghargaan Adipura. Menurutnya, pengurangan volume sampah dari sumber menjadi indikator utama dalam penilaian kebersihan kota.

Hal tersebut disampaikan Rully saat menghadiri Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Ia menegaskan bahwa gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung program kebersihan yang dicanangkan Pemerintah Kota Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor berharap bisa meraih Adipura. Salah satu indikator pentingnya adalah berkurangnya volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir,” ujar Rully Ferdinansyah.

Menurutnya, semakin banyak sampah yang berhasil dipilah dan dikelola melalui bank sampah, maka semakin kecil pula beban yang harus ditanggung tempat pembuangan akhir. Kondisi tersebut akan memberikan nilai positif dalam berbagai indikator penilaian lingkungan perkotaan.

Rully menjelaskan bahwa saat ini Bank Sampah Kumpul Mutiara telah menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat terlibat langsung dalam upaya pengurangan sampah. Program tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kalau sampah bisa selesai di tingkat rumah tangga dan lingkungan, tentu volume yang dibuang ke TPA akan jauh berkurang. Itu yang menjadi harapan kita bersama,” katanya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi pengurus Bank Sampah Kumpul Mutiara yang selama empat tahun terakhir terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Mulai dari pemanfaatan alat pencacah, pengolahan sampah organik, hingga kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Rully, keberhasilan sebuah bank sampah tidak hanya ditentukan oleh pengurusnya, tetapi juga oleh partisipasi aktif warga sebagai nasabah. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah masing-masing.

“Komitmen warga menjadi faktor utama. Kalau masyarakat ikut bergerak, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan lingkungan dan pengurangan sampah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap model pengelolaan yang diterapkan Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat direplikasi di seluruh wilayah Kelurahan Mekarwangi. Saat ini, baru dua RW yang memiliki bank sampah aktif, sementara target ke depan adalah seluruh 14 RW memiliki fasilitas serupa.

“Kalau seluruh RW memiliki bank sampah, bukan hanya membantu lingkungan menjadi lebih bersih, tetapi juga memperkuat posisi Kota Bogor dalam mewujudkan target-target kebersihan dan lingkungan hidup,” tegasnya.

Rully optimistis kolaborasi antara masyarakat, pengurus bank sampah, dan pemerintah akan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Bank sampah bukan hanya soal sampah, tetapi juga tentang membangun budaya peduli lingkungan yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi Kota Bogor,” pungkasnya (RED).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA