Adela Kanasya: Banjari Bukan Sekadar Musik, Tapi Media Dakwah Generasi Muda

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 10:09 57 MSA

SIDOARJO, DEWAN.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya, menegaskan seni banjari tidak hanya menjadi pertunjukan musik religi, tetapi juga merupakan media dakwah yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan membangun karakter generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Adela saat membuka Festival Banjari Tingkat Nasional di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (17/7/2026). Festival itu merupakan bagian dari rangkaian Haul Mbah Kalam yang digelar melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, Adela Kanasya, dan Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo.

Menurut Adela, seni banjari memiliki peran penting dalam menjaga tradisi Islam Nusantara agar tetap hidup di tengah perubahan zaman sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi penerus.

“Banjari bukan sekadar seni musik religi, tetapi juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujar Adela.

Legislator Daerah Pemilihan Jawa Timur I itu menilai dukungan pemerintah terhadap festival seni religi menjadi langkah penting dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia.

Ia mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kebudayaan RI yang dinilai menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menyasar kesenian tradisional, tetapi juga kesenian bernuansa religius yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Selain sebagai ajang kompetisi, Adela menilai Festival Banjari Tingkat Nasional menjadi wadah untuk mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah dalam semangat melestarikan budaya Islam Nusantara.

Sebelumnya, pembukaan festival dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, dan masyarakat.

Usai pembukaan, seluruh tamu undangan mengikuti doa bersama dan berziarah ke makam Mbah Kalam sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang dikenal berjasa dalam penyebaran Islam di wilayah Porong dan sekitarnya.

Adela berharap Festival Banjari Tingkat Nasional dapat menjadi agenda tahunan yang terus melahirkan generasi muda yang mencintai seni Islami sekaligus memiliki semangat kebangsaan.

“Saya berharap festival seperti ini terus digelar secara berkelanjutan. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang mencintai seni Islami, memahami nilai-nilai keislaman, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Seni banjari bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA