AMPG DKI: Kritik Pemerintah Boleh, Tapi Jangan Korbankan Jakarta

waktu baca 3 menit
Selasa, 25 Agu 2026 12:34 22 MSA

JAKARTA, DEWAN.ID – Ketua PD AMPG DKI Jakarta M Fauzan Irvan menegaskan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan aspirasi kepada pemerintah. Namun, ia mengingatkan penyampaian kritik tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru merugikan masyarakat luas.

Menurut Fauzan, perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Karena itu, masyarakat tidak perlu takut menyampaikan aspirasi, tetapi harus tetap mengedepankan tanggung jawab, ketertiban, dan kepentingan bersama.

“Bagi siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan demonstrasi di Jakarta, silakan. Itu bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Tetapi mari kita lakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis,” ujar M Fauzan Irvan.

Kritik Bukan Alasan Berbuat Anarkis

Fauzan menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Bahkan, kritik dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan publik.

Namun, ia meminta agar kritik tidak berubah menjadi tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan yang mengganggu masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi.

“Jangan merusak fasilitas umum, jangan melakukan tindakan anarkis, dan jangan memprovokasi. Sampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan tetap menghormati pengguna jalan serta masyarakat lainnya,” tegasnya.

Menurut Fauzan, penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai justru akan membuat pesan yang dibawa lebih mudah diterima publik maupun pemerintah.

Kepentingan Warga Harus Tetap Dijaga

Fauzan mengingatkan bahwa setiap aksi yang berlangsung di Jakarta memiliki dampak terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, peserta demonstrasi perlu mempertimbangkan hak warga lain untuk bekerja, beraktivitas, menggunakan jalan, dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ia menilai kebebasan menyampaikan pendapat tidak berarti mengabaikan hak orang lain.

“Silakan menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai hak masyarakat lainnya ikut terganggu. Kita harus sama-sama menghormati ruang publik,” katanya.

Fauzan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Menurutnya, provokasi dapat memperbesar persoalan dan memicu konflik yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Kalau ada informasi yang beredar, cek dulu sumber dan kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau provokasi yang bisa memecah persatuan,” ujarnya.

“Jaga Jakarta” Jadi Pesan Utama

Lebih lanjut, Fauzan menyerukan semangat “Jaga Jakarta” kepada seluruh elemen masyarakat. Ia berharap perbedaan pilihan dan pandangan politik tidak menghilangkan semangat kebersamaan sebagai warga Jakarta.

Menurutnya, menjaga Jakarta berarti memastikan kebebasan demokrasi tetap berjalan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jakarta adalah rumah kita bersama. Kita boleh berbeda pandangan, boleh menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling bermusuhan,” tutur Fauzan.

Ia pun mengajak masyarakat mengedepankan dialog, toleransi, dan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.

“Mari kita jaga Jakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif,” pungkasnya (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA