Kenzo Alvaro Bawa Nama Indonesia, Juara 2 Olimpiade Matematika Thailand

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 02:42 69 MSA

SURABAYA, DEWAN.ID – Siswa kelas 5 Xin Zhong School Surabaya, Kenzo Alvaro Krismayanto Putra, berhasil membawa nama Indonesia ke panggung internasional setelah meraih juara kedua Olimpiade Matematika dalam ajang Siam International Math and Science Olympiad (SIMSO) 2026 Final Round di Bangkok, Thailand.

Kenzo meraih First Runner Up bidang Mathematics kategori Primary 4 dalam kompetisi yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2026 tersebut.

Kompetisi SIMSO 2026 diikuti pelajar dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam. Raihan Kenzo menjadi pencapaian membanggakan karena diraih saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan pelajar Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi akademik tingkat internasional.

Kenzo tidak datang ke SIMSO 2026 tanpa pengalaman. Ketertarikannya terhadap matematika dan sains telah tumbuh sejak usia dini.

Sejak kelas 1 SD, Kenzo sudah mulai mengikuti berbagai kompetisi akademik. Pengalaman tersebut terus bertambah setelah dirinya mengikuti sejumlah olimpiade matematika dan sains.

Beberapa ajang yang pernah diikuti Kenzo antara lain HKIMO, SEAMO, SMC, dan AMO. Dari berbagai kompetisi tersebut, Kenzo telah mengoleksi sejumlah medali, mulai dari perak hingga emas.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika Kenzo harus berhadapan dengan peserta dari berbagai negara dalam SIMSO 2026.

Persiapan Kenzo Tak Instan

Raihan juara kedua di Thailand merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara konsisten. Kenzo menjalani pembelajaran di sekolah, mengikuti bimbingan tambahan, serta rutin berlatih mengerjakan soal-soal olimpiade.

Materi yang dipelajari tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung. Kenzo juga mengasah penalaran, logika, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Kebiasaan mengikuti kompetisi sejak kelas 1 SD membuat Kenzo semakin terbiasa menghadapi soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Setiap kompetisi juga menjadi bagian dari proses belajar untuk mengukur kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan.

Tampil di SIMSO 2026 memberikan pengalaman berbeda bagi Kenzo. Ia harus bersaing dengan pelajar dari sejumlah negara yang memiliki kemampuan akademik di bidang matematika dan sains.

Dalam kompetisi tersebut, Kenzo berhasil menempati posisi First Runner Up atau juara kedua. Prestasi itu menjadi pengalaman internasional penting bagi Kenzo sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya.

Di usianya yang masih berada di jenjang sekolah dasar, Kenzo telah mendapatkan kesempatan untuk membawa nama Indonesia dalam kompetisi akademik di luar negeri.

Ibu Kenzo: Bukan Sekadar Mengejar Medali

Anita, ibu Kenzo, mengatakan keluarga bersyukur atas prestasi yang diraih putranya. Namun, menurut Anita, pencapaian Kenzo tidak semata-mata diukur dari medali atau peringkat yang diperoleh.

“Kami sangat bersyukur atas prestasi Kenzo. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya medali, tetapi proses belajar yang membuat Kenzo semakin tekun, disiplin, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan,” ujar Anita.

Dukungan keluarga diberikan agar Kenzo dapat terus mengembangkan kemampuan tanpa kehilangan kesempatan untuk menikmati proses belajar.

Selain matematika dan sains, Kenzo juga memiliki ketertarikan terhadap teknologi. Minat tersebut berkembang menjadi cita-cita untuk mendalami teknologi informasi atau IT.

Anita mengatakan Kenzo memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke National University of Singapore (NUS) dan mengambil bidang yang berkaitan dengan teknologi informasi.

“Kenzo punya cita-cita melanjutkan pendidikan ke National University of Singapore (NUS) dan mendalami teknologi informasi. Kami tentu akan terus mendukung dan mendampinginya,” katanya.

Cita-cita tersebut menjadi salah satu alasan Kenzo terus mengembangkan kemampuan akademiknya sejak usia dini.

Juara Dua Jadi Langkah Awal

Raihan juara kedua SIMSO 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Kenzo. Prestasi tersebut membuktikan bahwa proses belajar yang konsisten dan keberanian mengikuti kompetisi dapat membuka kesempatan bagi pelajar untuk tampil di tingkat internasional.

Namun, perjalanan Kenzo masih panjang. Prestasi di Thailand justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, khususnya dalam matematika, sains, dan teknologi.

Dengan pengalaman yang telah dimiliki, Kenzo diharapkan terus berani mengambil tantangan baru dan mengembangkan potensinya untuk mewujudkan cita-cita di bidang teknologi informasi (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA