Bank Sampah Kumpul Mutiara Diresmikan, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 09:54 68 MSA

BOGOR, DEWAN.ID – Peluncuran Bank Sampah Kumpul Mutiara di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (14/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui pemanfaatan sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Acara launching tersebut dihadiri oleh pengurus bank sampah, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat. Berbagai pihak yang hadir sepakat bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari sumbernya dengan melibatkan partisipasi aktif warga.

Direktur Bank Sampah Kumpul Mutiara, Indah Purwaningsih, menjelaskan bahwa bank sampah yang dipimpinnya telah berjalan selama empat tahun sebelum akhirnya diresmikan secara lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari keresahan warga terhadap sampah yang sering menumpuk di lingkungan perumahan akibat terbatasnya pengangkutan sampah.

“Awalnya kami hanya ingin lingkungan menjadi bersih dan nyaman. Tetapi dalam perjalanannya, kami melihat sampah ternyata bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Indah.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Bank Sampah Kumpul Mutiara memiliki sekitar 60 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah untuk ditabung dan dikelola. Bahkan, beberapa nasabah berhasil mengumpulkan tabungan hingga jutaan rupiah dari hasil pengelolaan sampah.

Selain fokus pada sampah anorganik, Bank Sampah Kumpul Mutiara juga mengembangkan berbagai inovasi seperti produksi pupuk cair, pupuk organik, komposter, hingga kerajinan berbahan dasar limbah.

Sementara itu, Tim Sosialisasi DLH Kota Bogor, Novi Eka Mulya, menilai peluncuran Bank Sampah Kumpul Mutiara menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Bogor mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah saat ini semakin kompleks karena Kota Bogor tidak memiliki tempat pembuangan akhir sendiri dan masih bergantung pada TPA Galuga.

“Yang harus kita dorong adalah penuntasan sampah di sumbernya. Karena sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga. Apa yang dilakukan Bank Sampah Kumpul Mutiara ini sangat membantu pemerintah,” kata Novi.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah harus dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni ekologi, edukasi, dan ekonomi. Namun, aspek lingkungan harus menjadi prioritas utama sebelum manfaat ekonomi.

“Kalau lingkungan bersih, masyarakat sehat, lalu ada manfaat ekonomi, itu bonus yang sangat baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Kelurahan Mekarwangi, Rully Ferdinansyah, menyebut Bank Sampah Kumpul Mutiara sebagai salah satu contoh gerakan masyarakat yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan sampah di tingkat lingkungan.

Ia mengatakan, keberadaan bank sampah dapat membantu mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung berbagai program lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

“Semakin banyak sampah yang selesai dikelola di lingkungan, maka semakin kecil beban yang harus ditanggung tempat pembuangan akhir. Ini sangat penting bagi Kota Bogor,” kata Rully.

Rully berharap keberhasilan Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat direplikasi di seluruh RW di Kelurahan Mekarwangi. Saat ini baru dua RW yang memiliki bank sampah aktif, sementara target ke depan adalah seluruh 14 RW memiliki program serupa.

Peluncuran Bank Sampah Kumpul Mutiara sekaligus menjadi bukti bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang jika dikelola dengan baik. Melalui kolaborasi antara warga, pemerintah, dan komunitas, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, melainkan sebagai sumber daya yang mampu menciptakan lingkungan lebih bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat (RED).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA