BOGOR, DEWAN.ID – Direktur Bank Sampah Kumpul Mutiara, Indah Purwaningsih, mengungkapkan bahwa berdirinya bank sampah yang kini memiliki puluhan nasabah aktif itu berawal dari persoalan sederhana yang kerap dikeluhkan warga, yakni tumpukan sampah dan bau menyengat di lingkungan perumahan.
Hal tersebut disampaikan Indah saat Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, kondisi lingkungan yang padat penduduk membuat persoalan sampah menjadi semakin terasa karena pengangkutan hanya dilakukan satu kali dalam sepekan.
“Berdirinya Bank Sampah ini awalnya dari keresahan kami sebagai warga yang melihat sampah di depan rumah selalu menumpuk. Pengangkutannya hanya satu kali dalam seminggu sehingga aromanya ke mana-mana,” kata Indah.
Ia menjelaskan, jarak antar rumah yang sangat berdekatan membuat persoalan sampah tidak hanya mengganggu pemilik rumah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan seluruh warga sekitar. Kondisi itu kemudian mendorong sejumlah warga untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan.
Dari keresahan tersebut, lahirlah inisiatif mendirikan Bank Sampah Mutiara yang fokus pada pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Program yang awalnya hanya berjalan di lingkup kecil itu kini berkembang menjadi Bank Sampah Kumpul Mutiara dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
“Dari situlah kami berinisiatif membuka Bank Sampah agar lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman. Awalnya hanya dari RK 02, sekarang sudah berkembang hingga beberapa wilayah lain yang ingin bergabung,” ujarnya.
Perjalanan empat tahun terakhir juga melahirkan berbagai inovasi baru. Jika sebelumnya hanya mengelola sampah anorganik, kini Bank Sampah Kumpul Mutiara telah mengembangkan produk seperti komposter, pot karakter, pupuk cair, dan pupuk kering yang memiliki nilai ekonomi.
Indah menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan para pengurus dan partisipasi aktif warga yang konsisten melakukan pemilahan sampah dari rumah masing-masing.
Ia berharap pengalaman Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah yang mengganggu. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi solusi lingkungan sekaligus sumber nilai ekonomi,” tegas Indah.
Dengan semakin banyaknya warga yang terlibat, Bank Sampah Kumpul Mutiara optimistis gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta produktif (RED).
Tidak ada komentar