Adela Kanasya: Golkar Dukung Kenaikan Anggaran Perpusnas untuk Perkuat Literasi Nasional

waktu baca 4 menit
Selasa, 8 Sep 2026 05:26 28 MSA

JAKARTA, BERITA SENAYAN – Fraksi Partai Golkar di Komisi X DPR RI memberikan dukungan terhadap kenaikan pagu anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Tahun Anggaran 2027. Kenaikan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan literasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, mengatakan kenaikan anggaran Perpusnas menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap pengembangan budaya literasi di Indonesia.

Dalam pembahasan anggaran bersama Perpusnas, pagu anggaran tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp417,725 miliar, meningkat sekitar 15,3 persen dibandingkan pagu tahun 2026 sebesar Rp362,165 miliar.

Adela menegaskan Fraksi Partai Golkar tidak hanya menyetujui kenaikan tersebut, tetapi juga terus mendorong agar dukungan anggaran terhadap sektor literasi dapat ditingkatkan secara lebih signifikan.

Menurutnya, pembangunan literasi memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas SDM. Karena itu, kebijakan anggaran Perpusnas perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan manusia.

“Untuk dapat terus meningkatkan kualitas SDM dan peningkatan angka literasi di Indonesia, fraksi partai Golkar terus mendorong untuk adanya kenaikan pagu Anggaran secara lebih signifikan. Oleh karena itu, fraksi Partai Golkar menyetujui pagu anggaran tersebut,”ujar Adela dikutip Selasa (08/09)

Selain menyetujui pagu anggaran tersebut, Komisi X DPR RI juga menerima usulan tambahan anggaran Perpusnas sebesar Rp307,774 miliar.

Tambahan anggaran itu diarahkan untuk memperkuat berbagai program strategis literasi, khususnya di wilayah pedesaan serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Adela menilai kebijakan tersebut penting karena pembangunan literasi tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah yang telah memiliki fasilitas dan akses informasi yang memadai.

“Komisi X DPR RI juga menerima usulan tambahan anggaran Perpusnas sebesar Rp307,774 miliar guna memperkuat berbagai program strategis literasi, terutama di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T),”kata Adela.

Adela menyambut positif tambahan pagu anggaran tersebut. Namun, ia mengingatkan agar peningkatan anggaran benar-benar diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Saya senang melihat adanya tambahan pagu anggaran untuk Perpusnas pada tahun 2027. Tentu kita berharap tambahan anggaran ini benar-benar dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”tegas Adela.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan literasi tidak cukup diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya program yang dijalankan. Yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.

Salah satu perhatian Adela adalah penguatan perpustakaan sekolah. Ia menilai perpustakaan sekolah harus dikembangkan sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Perpustakaan sekolah, kata dia, tidak seharusnya hanya menjadi tempat menyimpan buku pelajaran. Koleksi perpustakaan perlu diperluas dengan buku cerita, ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, teknologi, hingga berbagai bahan bacaan yang mampu memperkaya wawasan siswa.

“Perpustakaan sekolah harus menyediakan bahan bacaan yang berkualitas. Jangan hanya buku pelajaran. Anak-anak kita membutuhkan buku cerita, ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, teknologi, dan berbagai bacaan yang dapat memperkaya wawasan serta membangun karakter mereka,”kata Adela.

Adela juga mengingatkan bahwa keberhasilan program literasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah buku yang berhasil disediakan.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahan bacaan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat dan dimanfaatkan secara optimal.

“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa banyak buku yang tersedia, tetapi tidak melihat apakah buku tersebut benar-benar dibaca dan memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,”tegasnya.

Karena itu, program Perpusnas ke depan diharapkan memiliki ukuran keberhasilan yang lebih konkret, mulai dari peningkatan akses membaca hingga tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Adela menegaskan peningkatan anggaran merupakan bentuk kepercayaan negara kepada Perpusnas untuk memperkuat pembangunan literasi. Namun, kepercayaan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas program dan pelayanan.

“Prinsipnya sederhana, setiap rupiah anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan anggaran harus dibarengi dengan peningkatan kualitas program, pelayanan, dan dampaknya bagi masyarakat,”kata Adela.

Komisi X DPR RI, lanjut Adela, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran di sektor pendidikan dan kebudayaan, termasuk program perpustakaan.

Pengawasan tersebut diperlukan agar anggaran yang telah disetujui benar-benar digunakan secara efektif dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, Perpusnas diharapkan tidak hanya memperluas infrastruktur dan koleksi, tetapi juga mampu menghadirkan ekosistem literasi yang semakin inklusif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA