Adela Kanasya Adies Minta Perencanaan BOSP Berbasis Kebutuhan Sekolah

waktu baca 3 menit
Rabu, 23 Sep 2026 10:35 11 MSA

SURABAYA, DEWAN.ID — Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies meminta perencanaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dilakukan berdasarkan kebutuhan prioritas masing-masing sekolah. Menurutnya, perencanaan yang tepat menjadi kunci agar anggaran pendidikan tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi satuan pendidikan. Pernyataan itu disampaikan Adela dalam seminar BOSP di Surabaya, 18 September 2026.

Adela menilai sekolah perlu terlebih dahulu memetakan kebutuhan sebelum menentukan penggunaan anggaran. Setiap satuan pendidikan memiliki kondisi yang berbeda sehingga prioritas belanja tidak dapat sepenuhnya diseragamkan.

Pendekatan berbasis kebutuhan dinilai dapat membantu sekolah menentukan penggunaan anggaran secara lebih terarah.

Adela mengingatkan agar sekolah tidak membalik proses perencanaan dengan membuat kebutuhan hanya karena terdapat pos anggaran tertentu.

“Jangan hanya mengejar serapan, kejar manfaat. Jangan sampai kebutuhan sekolah dibuat agar sesuai dengan anggaran. Justru anggaranlah yang harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas masing-masing sekolah,” kata Adela.

Menurutnya, prinsip tersebut penting agar anggaran pendidikan tidak kehilangan orientasi utamanya.

Serapan Bukan Satu-Satunya Ukuran

Tingkat penyerapan anggaran, kata Adela, tidak cukup digunakan untuk menilai keberhasilan pengelolaan BOSP. Yang lebih penting adalah apakah penggunaan dana tersebut sesuai kebutuhan dan mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Dengan demikian, evaluasi BOSP perlu melihat hubungan antara perencanaan, penggunaan anggaran, dan kebutuhan yang hendak diselesaikan.

Perencanaan yang baik membutuhkan identifikasi terhadap kebutuhan prioritas. Sekolah perlu mengetahui persoalan mana yang harus ditangani terlebih dahulu dan menyesuaikannya dengan sumber daya yang tersedia.

Langkah tersebut juga dapat membantu sekolah menghindari penggunaan anggaran yang tidak memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan pendidikan.

Adela menekankan bahwa anggaran seharusnya menjadi instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan, bukan menjadi tujuan itu sendiri.

Karena itu, penyusunan program dan kegiatan perlu mempertimbangkan manfaat serta urgensinya bagi satuan pendidikan. Pendekatan tersebut membuat penggunaan BOSP lebih berorientasi pada hasil dan kebutuhan nyata.

Meski menekankan perencanaan berbasis kebutuhan, Adela tetap mengingatkan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan. Sekolah juga perlu memastikan setiap rencana belanja memiliki dasar yang jelas dan dapat dijelaskan. Menurut Adela, kebijakan pengelolaan BOSP perlu cukup responsif untuk mengakomodasi keberagaman kondisi sekolah.

Kebutuhan sekolah di wilayah perkotaan, misalnya, tidak selalu sama dengan kebutuhan sekolah di wilayah lain. Karena itu, kebijakan anggaran perlu memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk menentukan prioritas berdasarkan kondisi masing-masing.

Adela menilai pembenahan perencanaan BOSP menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efektif.

Dengan perencanaan yang berangkat dari kebutuhan nyata, sekolah diharapkan tidak sekadar mengejar realisasi anggaran, tetapi mampu mengarahkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung prioritas pendidikan (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA